MEGA FESTIVAL LOMBA KEJUARAAN KARAOKE CHAMPIONSHIP PERTANDINGAN INTERNASIONAL

RURUradio mempersembahi:

“MEGA FESTIVAL LOMBA KEJUARAAN KARAOKE CHAMPIONSHIP PERTANDINGAN INTERNASIONAL”

e-flyer_karaoke_championship_rururadio_02 e-flyer_karaoke_championship_rururadio_01

Selasa, 28 April 2015 (jam 19.00 – hingga BUBAR!)
di 365 – ECOBAR, Kemang – Jakarta Selatan

menampilkan para peserta terpilih yang memiliki kemampuan berkaraoke yang tiada diragukan lagi keraguannya!

..turut berkaraoke:
KELOMPOK GRUP SERTA KELUARGA BESAR & BERBAGAI TIM SERTA CREW PECINTA KARAOKE SE-IBUKOTA BERIKUT PARA PERSONIL BAND KEMUDIAN JUGA SEBAGAINYA:

  • kelompok WHITE SHOES & THE COUPLES COMPANY
  • persatuan RUMAHSAKIT
  • partai DEADSQUAD
  • gerakan SORE
  • pasukan THE UPSTAIRS
  • golongan BITE
  • paduan suara THE GRIBS
  • tim GOODNIGHT ELECTRIC
  • paguyuban BANGKUTAMAN
  • grup PANDAI BESI
  • perkumpulan BEDCHAMBER
  • dewan THE GOKILBILLIES
  • penyanyi pria MONDO GASCARO
  • penembang NINO KAYAM
  • biduanita DANILLA
  • pelantun nada AYUSHITA
  • penampilan KIMPOYS
  • peraksian RABEN RVMIT
  • pendendang lagu ABENK ALTER
  • peranan ARIE DAGIENKZ
  • sang vokalis OMO KUCRUTS
  • rombongan TAURUS BERSAUDARA
  • tongkrongan MMS
  • duo THE SECRET AGENTS
  • geng IRAMA NUSANTARA
  • crew RUANGRUPA
  • gerombolan DEMAJORS
  • persekutuan STUDIORAMA
  • kerukunan warga TMC
  • persekongkolan CUT AND RESCUE
  • ikatan KLUB KARYA BULUTANGKIS
  • perserikatan SRM
  • keluarga JUICE magz
  • famili IROCKUMENTARY
  • ..dan masih banyak more too much!!

..HADIAH PIALA DIGILIR & UANG TUNAI serta PAKET MEMUKAU siap digelontorkan!!

..hadir dan meluncurlah.. GRATIS!! (18+ ..harap membawa kartu identitas!)
(pendaftaran karaoke di on-the-spot juga terdapat!)

===

..info lebih more:
e-mail: menghubungi@rururadio.org
twitter: @RURUradio
instagram: @rururadio
facebook page: RURUradio
download e-flyers for social media:
e-flyer_karaoke_championship_rururadio_01_instagram e-flyer_karaoke_championship_rururadio_02_instagram
..didukung oleh:
#GoAheadPeople (visit: GoAheadPeople.com)
RURUradio
ruangrupa
365 – ecobar
POP UP! demajors
whiteboardjournal.com
deathrockstar.club
JUICE MAGZ
irockumentary.com
===

GRATIS!
(18+ ..harap membawa kartu identitas!)

KAZUHISA UCHIHASHI DI JAKARTA

[Scroll down for English version]

ruangrupa & tokove mempersembahkan: 

“KAZUHISA UCHIHASHI DI JAKARTA”

e_flyer_kazu

“Pertunjukan Audio Visual”
Sabtu, 21 Maret 2015 | 19.00 – 23.00

RURU Gallery
Jl.Tebet Timur Dalam Raya, No.6
Jakarta Selatan

bersama:
Kazuhisa Uchihashi (JPN)
Bin Idris (BDG)
Sawi Lieu (JKT)

Seniman Visual:
Ricky “Babay” Janitra (JKT)
Abi Rama (JKT)
Sawi Lieu (JKT)

DJ:
Gila Vinyl (JKT)

..Gratis!!

===

Workshop di tokove
Senin, 23 Maret 2015 | 13.00 – 16.00
Partisipan: 7 musisi

===

“Malam Improvisasi”
Senin, 23 Maret 2015 /19.30 – 23.00

di tokove
Jl.Kemang Selatan No.8, Jakarta Selatan

bersama:
Kazuhisa Uchihashi, dan kawan-kawan

Penampilan Khusus:
Endah N’ Rhesa (JKT)
Mondo Gascaro (JKT)

..Gratis!!

***

Info:
w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa , @TokoveID | f: ruangrupa | i: @ruangrupa , @tokove| e: info@ruangrupa.org

ig_kazu

===

KAZUHISA UCHIHASHI
Komposer, Pemain Gitar Elektrik dan Daxophone, Produser Musik

Kazuhisa Uchihashi lahir di Osaka, Japan, di 1959. Mulai memainkan gitar di usia duabelas tahun, terutama musik “Pop ’n Roll” di usia remajanya. Kemudian beliau menjadi terlibat dalam musik Jazz. Sejak 1983 beliau mendedikasikan dirinya secara intens di musik improvisasi bebas. Beliau telah bereksperimen secara keseluruhan dengan banyak jenis peralatan dan instrumen musik untuk memperluas berbagai kemungkinan berekspresi menggunakan gitar elektrik.

Beliau juga telah menulis komposisi musik untuk film, pertunjukan teater, serta tari-tarian. Diantara kesibukkannya itu, beliau juga telah bekerjasama dengan sebuah grup teater Jepang “ISHINHA” selama 30 tahun lamanya. Kazu telah menjadi konduktor sebuah band improvisasi  yang dahsyat berorientasi rock, “Altered States” selama 23 tahun dan terus menciptakan musik baru dengan gitarnya, secara individu maupun dengan “Altered States”. Beliau juga dikenal dari penampilannya dengan GROUND ZERO (Otomo Yoshihide) di tahun ’90-an.

Selama 23 tahun, Kazu telah diundang oleh ratusan festival musik di seluruh dunia. Sejak tahun 1996 beliau juga mengerjakan sebuah festival musik alternatif  tahunan, “Beyond Innocence”, sampai dengan tahun 2007.

Beberapa tahun terakhir, beliau memfokuskan diri dengan identitasnya sebagai seorang Asia dalam dunia musik. Di tahun 2010, dengan antusias beliau memulai perjalanan ke negara-negara benua Asia untuk bertemu dengan berbagai manusia menarik; untuk berbagi ide dan bekerjasama.

Kazu juga sangat dikenal sebagai dan oleh para pemain Daxophone, sebuah alat musik penemuan seorang gitaris asal Jerman bernama Hans Reichel.

innocentrecord.com

 

 

***

ruangrupa & tokove presents: 

“KAZUHISA UCHIHASHI DI JAKARTA” 

“Pertunjukan Audio Visual”
(audio visual show)

Saturday, 21 March 2015 | 19.00 – 23.00

RURU Gallery
Jl.Tebet Timur Dalam Raya, No.6
Jakarta Selatan

with:
Kazuhisa Uchihashi (JPN)
Bin Idris (BDG)
Sawi Lieu (JKT)

Visual Artist:
Ricky “Babay” Janitra (JKT)
Abi Rama (JKT)
Sawi Lieu (JKT)

DJ:
Gila Vinyl (JKT)

..Free Entry!!

===

Workshop at tokove
Monday, 23 Mar 2015 | 13.00 – 16.00
Participants: 7 musicians

=== 

“Malam Improvisasi”
(improvisation nite with Kazuhisa Uchihashi)

Monday, 23 March 2015 | 19.30 – 23.00

at tokove
Jl.Kemang Selatan, No.8
Jakarta Selatan

with:
Kazuhisa Uchihashi and friends

Special Performances:
Endah N’ Rhesa (JKT)
Mondo Gascaro (JKT)

..Free Entry!!

===

Info:
w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa , @TokoveID | f: ruangrupa | i: @ruangrupa , @tokove| e: info@ruangrupa.org

***

KAZUHISA UCHIHASHI
composer, electric guitar and daxophone player, music producer

Kazuhisa Uchihashi was born in Osaka, Japan in 1959. Plays guitar since his twelfth years, mainly “Pop ‘n Roll” throughout his teens. Later he became involved in jazz. Since 1983 he has devoted himself intensively to free improvised music. He experimented thoroughly with many different kinds of machines and sound-devices to expand the expression possibilities of the electric guitar.

He also composed music for films, theatre plays, dance. Among them, he has been working with Japanese Theatre group “ISHINHA” for more than 30 years.

He has been conducting his rock-oriented powerful improvised band “Altered States” for 23 years and continues to create his own new guitar music in solo as well as in “Altered States”. He is also known by playing with Otomo Yoshihide’s GROUND ZERO in 90’s. Uchihashi was invited to hundreds of music festival in the world these 23 years.

Since 1996 he has also been organizing the New Music festival “BEYOND INNOCENCE” every year until 2007.

These years He has focused on identity as Asian in music. In 2010 he enthusiastically started to travel around Asian countries to meet interesting people, to share his ideas and work together with. Uchihashi is also well known to and as a Daxophone player. Daxophone is an invention by the German guitarist, Hans Reichel.

innocentrecord.com

HIDANGAN DARI LANGIT

[Scroll down for English version]

RURU Gallery mempersembahkan:

HIDANGAN DARI LANGIT
Pameran Tunggal Agus Nur Amal

e-flyer_pm_toh

Pembukaan:
Jumat, 13 Maret 2015 | 19.00 wib – 22.00

Pertunjukan Khusus:
PM Toh

Pameran:
14 – 25 Maret 2015 (kecuali Minggu) | 11.00 – 21.00 wib

Lokakarya:
Untuk Pengajar dan Umum (10 orang)
Minggu, 15 Maret 2015 | 10.00 – 12.00 wib

Kamis, 19 Maret 2015   | 10.00 – 12.00 wib
Registrasi Rp 50.000/orang

Untuk Anak-anak (10 orang)
Minggu, 22 Maret 2015 | 10.00 – 12.00 wib
Registrasi Rp 50.000/orang

Diskusi dan Bincang Seniman:
Rabu, 25 Maret 2015 |Pukul 19.00 – 21.00 wib

 

di RURU Gallery
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6
Jakarta Selatan 12820

 

***

Tahun ini, Agus Nur Amal telah memasuki tahun ke-25 berkarya dalam dunia seni budaya di Indonesia. Agus, lebih kita kenal dengan nama PM Toh, telah mengisi panggung-panggung pertunjukkan di dalam dan luar negeri dengan berbagai hikayat—yang kebanyakan berkaitan dengan persoalan sosial politik dalam negeri—yang dibawakan seorang diri (solo performer).

Dalam pameran “Hidangan dari Langit”, ia melakukan eksplorasi benda-benda secara visual dengan menampilkan foto-foto bertemakan alam semesta. Pemilihan judul dan juga medium foto bukan hanya sekedar eksplorasi, namun merupakan upaya Agus untuk kembali ‘berinteraksi’ dengan benda-benda properti panggungnya.  Agus secara personal tertarik pada gagasan tentang sains dan alam yang ia temukan dalam ayat-ayat suci Alquran, yang kemudian ia kumpulkan dan diterjemahkan ke dalam bentuk visual melalui representasi benda-benda. Bagi Agus, ayat-ayat suci Alquran merupakan ‘hidangan’ yang disediakan oleh Tuhan untuk mencerdaskan manusia dan memahami kebesaran-Nya.

Hal yang paling mendasar yang dapat kita baca dalam pameran ini mungkin bisa dirumuskan dalam pertanyaan yang sempat dilontarkan Agus, “Apakah benda-benda itu masih bisa ‘bunyi’? Masih bisa ‘berbicara’ seperti ketika dia dipergunakan sebagai properti panggung. Baginya, pameran ini merupakan eksperimentasi untuk mengubah asosiasi atas pengamatan kita akan alam semesta melalui benda-benda yang selalu beredar dalam hidup sehari-hari.

***

Gratis!!

ig_pm_toh

w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa | fb: ruangrupa | i: @ruangrupa | e: info@ruangrupa.org

 

=================

 

 

 

RURU Gallery present:

HIDANGAN DARI LANGIT (DISHES FROM THE SKY) 
Agus Nur Amal Solo Exhibition

Opening:
Friday, 13 March 2015 | 19.00 – 22.00

Special Performance:
PM Toh

Exhibition:
14 – 25 March 2015 (except on Sunday) | 11.00 – 21.00

Workshops:
Teachers and Public (limited to 10 people)
Sunday, 15 March 2015       | 10.00 – 12.00
Thursday, 19 March 2015   | 10.00 – 12.00
Registration fee @ Rp 50.000

Kids (limited to 10 people)
Sunday, 22 March 2015   | 10.00 – 12.00
Registration fee @ Rp 50.000

Discussion and Artist Talk:
Wednesday, 25 March 2015 | 19.00 – 21.00

at RURU Gallery
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6
Jakarta Selatan 12820

 

***

This year, Agus Nur Amal has entered his 25th year of working in the world of art and culture in Indonesia. Agus, who also known as PM Toh, has been doing stage performances locally and abroad as a solo performer. His various tale mostly related to Indonesian social and political phenomenon.

In this exhibition entitled “Dishes from the Sky”, he conducts a visual exploration of daily objects by displaying a series of universe-themed photographs. The title selection and photography as a medium is more than an exploration, it is also his attempt to re-interact with his stage properties. Agus is personally interested in the idea of science and nature that he found in the verses of the Holy Koran, which he later collected and translated into a visual form through the representation of the objects. For him, the verses of the Holy Koran are ‘dishes’ provided by God to educate mankind and for us to understand His greatness.

The most fundamental thing that we can find in this exhibition may be formulated in the question he once raised, “Will these objects still be able to make a ‘sound’ or ‘speak loud’ like they were used as props on stage?” For him, this exhibition is the experimentation to alter the association on our observations of the universe through objects from our daily life.ciation over the observations about the universe through objects that are always floating around in everyday life.

***

Free!!

w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa | fb: ruangrupa | i: @ruangrupa | e: info@ruangrupa.org

Sebab Hidup Itu Pendek, Karena Seni Itu Panjang

ruangrupa mempersembahkan

“sebab Hidup itu Pendek, karena Seni itu Panjang”

Basic CMYK Basic CMYK

program dukungan untuk #senilawankorupsi

Kamis, 5 Maret 2015
Jam 16.00 – 21.00

di Teras Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat

Program Seni Rupa:
“Doodle Art” bersama The popo, Komikazer, Saleh Husein
“Print on Demand” bersama oomleo, Visual Jalanan, The Secret Agents, dll
Program Musik & Performance oleh RURU Radio: MORFEM, Marjinal, Endah N’Resha, We Love ABC, PM Toh, Dj Virgo A Go Go
Program 1 Jam Pemutaran Video oleh Gerobak Bioskop

Dalam program dukungan yang pertama untuk #senilawankorupsi, ruangrupa mengundang seniman-seniman yang selama ini kerap terlibat mengerjakan berbagai proyek seni di ruangrupa untuk berpartisipasi membuat karya seni media ataupun yang memiliki gagasan atas penggunaan seni media yang berkaitan dengan agenda aktivitas #senilawankorupsi. Karya-karya tersebut bersifat terbatas, meliputi karya-karya dalam medium seni grafis seperti stiker, poster, kaos (pengunjung akan diminta untuk membawa kaos sendiri) dan selebaran.  Karya-karya ini akan direproduksi berdasarkan permintaan dan disebarkan secara gratis di tempat acara selama kegiatan ini berlangsung.

Program ini turut didukung secara sukarela oleh penampilan istimewa dari kawan-kawan musisi, band dan DJ untuk menyemarakan suasana. Program musik ini akan dipandu oleh para penyiar RURUradio –Radio kontemporer tanpa gelombang– yang akan menyiarkan kegiatan ini secara langsung. Selain itu akan diadakan program pemutaran video dengan tema terkait di ruang terbuka pelataran Teater Jakarta selama 1 jam oleh Gerobak Bioskop bekerjasama dengan Kineforum.

Acara ini gratis dan terbuka untuk publik.

*program ini akan disiarkan secara live streaming oleh RURU Radio (http://rururadio.org)

#SeniLawanKorupsi merupakan serangkaian aktivitas kesenian yang berkesinambungan dalam bentuk pameran, pertunjukan, bursa, dan pidato kebudayaan yang melibatkan para pegiat seni yang peduli.

Deklarasi #SeniLawanKorupsi pertama kali dikumandangkan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada 5 Maret 2015.

#SeniLawanKorupsi dideklarasikan dan digerakkan untuk:
1. Menyediakan akses data mengenai korupsi melalui seni
2. Mengajak seniman berpartisipasi dan memberikanfeeding dalam gerakan anti-korupsi
3. Menggalang kampanye kesadaran publik dalam bentuk proyek dan karya seni

http://senilawankorupsi.org

Basic CMYK Basic CMYK

Fantasies of the Library and Land & Animal and & Nonanimal

DOUBLE BOOK LAUNCH

doublebooklaunch

Fantasies of the Library and Land & Animal and & Nonanimal
intercalations: paginated exhibition series 1 and 2
Anna-Sophie Springer in Conversation with Dian Ina and Farah Wardini

Tuesday, March 3rd 2015 (7-9 PM)
at ruangrupa (RURU Gallery)
Jalan Tebet Timur Dalam, No.6
12820
Jakarta
Indonesia

===

To celebrate the launch of intercalations 1 and 2, please join us for a conversation with Anna-Sophie Springer, Dian Ina, and Farah Wardani, moderated by Etienne Turpin, about the role of the archives in contemporary art and curatorial practices, and the curatorial trajectories of current artistic research projects in Indonesia.
Dian Ina is the Manager of Galeri Salihara at Komunitas Salihara in Jakarta.

Farah Wardani is an art historian, curator, writer, and director of Indonesian Visual Art Archive in Yogyakarta.
Anna-Sophie Springer is an editor, curator, and co-director of K. Verlag, based in Berlin.
Etienne Turpin is a philosopher and director of anexact office based in Jakarta.

Contact
email info@k-verlag.com
mobile +62 819 08830664
===

About the Books

Fantasies of the Library inaugurates the intercalations: paginated exhibition series. Virtually stacked alongside Anna-Sophie Springer’s feature essay “Melancholies of the Paginated Mind” about unorthodox responses to the institutional ordering principles of book collections, the volume includes an interview with Rick Prelinger and Megan Shaw Prelinger of the Prelinger Library in San Francisco; reflections on the role of cultural memory and the archive by Hammad Nasar, Head of Research and Programmes at the Asia Art Archive, Hong Kong; a conversation with media theorist Joanna Zylinska about experiments on the intersections of curatorial practice and open source e-books; and a discussion between K’s co-director Charles Stankievech and platform developer Adam Hyde on new approaches to open source publishing in science and academia. The photo essay, “Reading Rooms Reading Machines”, presents views of unusual historical libraries next to works by artists such as Kader Attia, Andrew Beccone, Mark Dion, Rodney Graham, Katie Paterson, Veronika Spierenburg, Andrew Norman Wilson, and others.

Edited by Anna-Sophie Springer & Etienne Turpin
Design by Katharina Tauer
Paperback, thread-bound, 160 pages
30 color + 15 black/white images
Published in January 2015
15.99 € /260.000 IDR
ISBN 978-0-9939074-0-1

***
Land & Animal & Nonanimal turns the attention from the built space of cultural repositories to the postnatural landscapes of planet Earth. In his interview about urban soils of the Anthropocene, landscape architect Seth Denizen considers a history of land use practices that is also reflected in artist Robert Zhao Renhui’s photographs of Singapore as a scenario of continuous development. Inspired by a recent visit to the environment of Wendover in the Utah desert, Richard Pell and Lauren
Allen of Pittsburgh’s Center for PostNatural History make a case for a postnatural imprint upon the geologic aspects inherent in the concept of the Anthropocene. By encountering “the last snail”, environmental historicist and philosopher Thom van Dooren considers the meaning of hope and care in the context of species extinction. And while curator Natasha Ginwala’s paginated series with contributions by Bianca Baldi, Arvo Leo, Axel Staschnoy, and Karthik Pandian & Andros Zins-Browne turns to cosmological and ancestral human-animal scenarios, sound artist and researcher Mitchell Akiyama explores philosophies of consciousness against the background of the phonogram in nineteenth-century simian research.

Edited by Anna-Sophie Springer & Etienne Turpin
Design by Katharina Tauer
Paperback, thread-bound, 160 pages
13 color + 39 black/white images
Published in January 2015
15.99 € / 260.000 IDR
ISBN 978-0-9939074-1-8

The intercalations: paginated exhibition series was conceived and developed by Anna-Sophie Springer
and Etienne Turpin for the SYNAPSE International Curators’ Network of the Haus der Kulturen der Welt
in Berlin, Germany. Produced in association with SYNAPSE co-founders Kirsten Einfeldt and Daniela
Wolf, the series is co-published and distributed by K. Verlag and HKW with financial support from the
Schering Stiftung.

===

download *.pdf release: DoubleBookLaunch_release.pdf

M’s Wonderful Drawer – Final Project by Viviana Cardenas

ruangrupa in collaboration with the Ministry of culture of Colombia and Arts Collaboratory presents:

M’s Wonderful Drawer 

ms wonderful

Final Project: Viviana Cardenas
Artist residency program in artlab 

Thursday, 26 February | 5.00 p.m. – finished
Featuring: Cut and Rescue  Enomonsta  Ika Vantiani  Junk Not Dead

At ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6
Jakarta Selatan 12820

Free!

***

“At the end, all market should keep making magic”

In this final project, Viviana using the colombian figure of culebrero (storyteller-witchdoctor) aims to combine the notions of magic, myth, and game from the creation of various artistic objects. After several weeks went to different type of market in Jakarta. She charged around sniffing flowers, appraising fish, listening to buskers, tasting particular character, glancing at second hand goods and savoring the gourmets. It was a sensory riot.  She spent days in the market, met people and heard history and chatter.
After several visit, Viviana decide to explore more the toys market in Asemka and second-hand market in Jatinegara. She is fascinated by the concept of market these days are having the value of similarity in the contemporary world. Viviana stated that we can find identical ideas of clothing, branding, and sometimes ideas of the commodities. While he explore the flea market, she’s also curious about how people sell magic treat (spells, rings, tricks) and how this deal works in everyday life. However, in Jakarta she found the ingenuity in Morning Cake Market, she realize that we still find it the origin of one city by cuisine.
Combining the myth and goods as the proposal of the project, Viviana will provide visitors with a playful meeting place, a space for creation and discovery. She asks the visitor to bring and trade all the magical objects and zines making to be exhibited in C-ZINE festival in Columbia. And so, while cutting and sticking tiny pieces of paper, this presentation will also brighten up by an artist collective Cut and Rescue as a collaborator to create screen printing demo, Ika Vantiani with her collage art & craft stuff, Junk Not Dead with their sewing-knitting-crocheting goods, and Enomonsta with her colorful monster dolls!
This soiree will have a wide range of friends to take part in this performative presentation. At the heart of this unusual market, artists will present objects and cobbled together, trade the masterpieces or create participative zines.
Viviana Cárdenas
Born 1985 in Bogotá, Colombia. Lives and works in Bogotá
She is Co-director of the artist initiative La Ramona Proyectos – Espacio101 Non profit organization for the research, creation and exhibition of the emerging artist in Bogotá Colombia.
As an artist, she is interested in combining both the artistic language and the thinkable possibility phylosophy as an approach to comprehend the reality by building alternative spaces. She develops drawing as a semantical place which allows her to establish relationships between delirant, fantastic, and immemorial situations with actual circumstances. Her central idea is to examine the mechanisms that allow us to get an appropriation of the places in which we live, by describing the everyday experiences in both local and global scenarios.
***

w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa | fb: ruangrupa | i:@ruangrupa

M’s Wonderful Drawer

ruangrupa in collaboration with the Ministry of culture of Colombia and Arts Collaboratory presents:

M’s Wonderful Drawer

Work in Progress: Viviana Cardenas

Artist residency program in artlab

Saturday, 21 February | 2 p.m. – finished

Free!

At ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya, No. 6
Jakarta Selatan 12820

***

M’s Wonderful Drawer is a project that using the colombian figure of culebrero (storyteller-witchdoctor) aims to combine the notions of magic, myth, and game from the creation of various artistic objects. Consequently, after the culebrero renamed the artistic objects, they will be endowed with new meanings and acquired magical powers. They will become talismans and enchanting objects which may act as remedies and cures to the quotidian problems offered by the current global market world. This project will be carried out as an activation of public space seeking for the appropriation of plazas, streets, and public parks, in which the ‘enchanted objects’ will be in exchange for the stories of the Jakarta residents. If you are interested in learning more about this project and the products that M’s Wonderful Drawer will be offering, please have a visit. Let the Neo tropical magic be with you.

Viviana Cárdenas
Born 1985 in Bogotá, Colombia. Lives and works in Bogotá
She is Co-director of the artist initiative La Ramona Proyectos – Espacio101 Non profit organization for the research, creation and exhibition of the emerging artist in Bogotá Colombia.
As an artist, she is interested in combining both the artistic language and the thinkable possibility phylosophy as an approach to comprehend the reality by building alternative spaces. She develops drawing as a semantical place which allows her to establish relationships between delirant, fantastic, and immemorial situations with actual circumstances. Her central idea is to examine the mechanisms that allow us to get an appropriation of the places in which we live, by describing the everyday experiences in both local and global scenarios.

***

w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa | fb: ruangrupa | i:@ruangrupa

bonita & the hus BAND – #BeNiceToEachOther TOUR 2015

ruangrupa dan Demajors mempersembahkan:
bonita & the hus BAND – #BeNiceToEachOther TOUR 2015

eflyer_bonita_benice

Jumat, 20 Februari 2015 | jam 19.00
di ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya, no.6
Tebet – Jakarta Selatan

..GRATIS!

===

“… we’re making small miracles”
Setelah merilis album perdananya 5 November 2014 lalu, bonita & the hus BAND (BNTHB) mengajak teman-teman dan penikmat musik mereka dalam ‘hashtag’ #BeNiceToEachOther pada paruh pertama tahun 2015 ini. Terinspirasi dari lirik lagu “Small Miracles” dari album bertitel sama, BNTHB menjalankan ‘ajakan’ ini dalam bentuk merilis lagu tersebut sebagai single mereka di bulan Februari 2015 ini. #BeNiceToEachOther juga BNTHB jalankan dalam bentuk TOUR yang dibagi dalam tiga babak di semester awal 2015 ini.

SINGLE “Small Miracles”
Lagu “Small Miracles” adalah lagu pertama yang digubah oleh BNTHB di awal perjalanan band ini. “Saya belum pernah melihat keajaiban-keajaiban besar seperti laut terbelah, atau gunung berpindah tempat, tapi saya percaya sama keajaiban-keajaiban kecil yang terjadi sehari-hari, (seperti) orang-orang memberi senyum satu sama lain, saling menolong jika ada yang kesulitan..”, ujar Bonita menjelaskan tema lagu ini. Lagu yang kuat dengan warna akustik dan soul ini menunjukkan kekhasan musik BNTHB yang sederhana untuk dinikmati namun total dalam ekspresi serta tema musikal/ekstra musikalnya. Lirik lagu ini juga menjadi salah satu inspirasi untuk ajakan #BeNiceToEachOther.

#BeNiceToEachOther TOUR 2015
Tur ini adalah rangkaian penampilan live BNTHB di beberapa tempat yang terbagi menjadi tiga babak berdasarkan area wilayah di paruh awal tahun 2015. Babak pertama dari tur ini dilakukan di
beberapa tempat seperti kedai atau kantung kegiatan berkesenian di wilayah Jakarta dan Tangerang Selatan yang akan berlangsung di bulan Februari. Babak kedua akan berlangsung di awal hingga pertengahan Maret di wilayah Bogor dan Bandung. Sedangkan babak ketiga akan dilakukan di bulan April untuk wilayah Jawa Tengah hingga Timur. Selain menampilkan musiknya secara live, BNTHB juga mengajak teman dan sahabat yang hadir untuk membawa barang-barang (secara spesifik adalah mainan dan buku untuk anak) yang sudah tidak terpakai namun masih dalam kondisi layak untuk dikumpulkan yang nantinya akan disalurkan kepada anak-anak yang membutuhkannya. Yang juga spesial dari #BeNiceToEachOther TOUR 2015 ini adalah BNTHB mengajak beberapa rekan musisi/band untuk turut tampil di beberapa venue tertentu.

===

Pada tahun 2009, sebuah band dibentuk untuk mengiringi Bonita menampilkan lagu-lagu dalam album solonya (“Bonita” – 2003, “…laju” – 2009). Band ini diberi nama “bonita & the hus BAND” (BNTHB). Dalam perjalanannya, BNTHB juga menghasilkan karya-karya mereka sendiri sebagai sebuah band.
BNTHB beranggotakan: Bonita (vocal, tambourine), Petrus Briyanto Adi (guitars, vocal), Bharata Eli Gulö (percussions, vocal), dan Jimmy Tobing (saxophones).
BNTHB menampilkan musik bernafaskan akustik, pop, folk dan soul. Lirik-lirik lagu mereka berangkat dari pengalaman hidup sehari-hari, baik yang personal maupun juga yang menyangkut pengalaman banyak orang. Kemampuan dan pengalaman masing-masing pemain memperkuat karakter BNTHB sebagai kuartet akustik yang “INTENSE, FUN & JOY”.

***

twitter: @rumahbonita, @demajors_info
hashtag: #BeNiceToEachOther
homepage: www.rumahbonita.com, www.demajors.com
e-mail: promotion.demajors@gmail.com

SHIFTING SPACES

[Scroll down for English version]

RURU Gallery bersama Japan Foundation Jakarta dan Wadezig! mempersembahkan:

SHIFTING SPACES

Print
Bujangan Urban, Darbotz, The Popo, Tuts, MG Pringgotono, Shake, Stereoflow
Kurator: Riksa Afiaty

Pembukaan:
Rabu, 18 Februari
| 19.00 wib – selesai

Live DJ: Ali Bomaye, Dangerdope, Kogi

Pameran:
19 – 28 Februari 2015 (kecuali Minggu) | 11.00 – 21.00 wib

di RURU Gallery
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6
Jakarta Selatan 12820

 

***

Tujuh street artist: Bujangan Urban, Darbotz, The Popo, Tuts, MG Pringgotono, Shake, dan Stereoflow akan menampilkan karya mereka di RURU Gallery dalam pameran bertajuk SHIFTING SPACES. Dikuratori Riksa Afiaty, pameran ini berupaya untuk membaca kembali praktek-praktek kreatif yang dilakukan oleh street artist baik secara berkelompok maupun individu pada saat ini. Elemen-elemen dasar dalam konteks kerja street art: ruang, waktu, dan privasi masih menjadi hal-hal pokok yang dibicarakan. Riksa, mengajak seniman-seniman tersebut berdiskusi, bertukar gagasan mengenai apa yang mungkin akan dikerjakan oleh street artist di masa kini.

Secara garis besar, pameran ini akan berupaya untuk mempresentasikan gagasan, siasat, serta negosiasi yang dilakukan oleh ketujuh street artist dalam ruang-ruang itu. Sebuah diskusi panel telah digelar sebelumnya untuk menajamkan gagasan-gagasan yang akan dituangkan dan nantinya akan ditampilkan sebagai bagian pameran.

Proyek pameran ini merupakan salah satu hasil dari program Curators Workshop in South East Asia yang diselenggarakan dan didukung oleh The Japan Foundation Jakarta.

***

Gratis!

w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa | fb: ruangrupa | i:@ruangrupa
email: info@ruangrupa.org

===========================

RURU Gallery with Japan Foundation Jakarta and Wadezig! Present:

SHIFTING SPACES
Bujangan Urban, Darbotz, The Popo, Tuts, MG Pringgotono, Shake, Stereoflow
Curator: Riksa Afiaty

Opening:
Wednesday, 18 February | 7.00 p.m. – finished

Live DJ: Ali Bomaye, Dangerdope, Kogi

Exhibition:
19 – 28 February (close on Sunday) | 11.00 a.m. – 09.00 p.m.

At RURU Gallery
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6
Jakarta Selatan 12820

***

Seven street artists: Bujangan Urban, Darbotz, The Popo, Tuts, MG Pringgotono, Shake, and Stereoflow will be presenting their works in RURU Gallery in an exhibition entitled SHIFTING SPACES. Curated by Riksa Afiaty, this exhibition seeks to reexamine the creative practices performed by street artists, as a group or individual nowadays. Basic elements in the convention of street art: space, time, and privacy yet again become the highlights to be discussed. Riksa, invited those artists to discuss, exchange ideas about what might be done by street artists these days.

All in all, this exhibition will be an attempt to shows idea, tactic, and negotiation done by the seven street artists in such spaces. A panel discussion was held previously to hone the ideas that will be expressed and later displayed as a part of the exhibition.

This exhibition project is one of the outputs of Curators Workshop in South East Asia program,organized and supported by the Japan Foundation Jakarta.

***

Free!

w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa | fb: ruangrupa | i:@ruangrupa
email: info@ruangrupa.org

SETELAH DESEMBER

RURU Shop mempersembahkan:

“SETELAH DESEMBER”

potongan popo azer

Artist Merchandise Project Pandai Besi
Berkolaborasi dengan Azer, Diela Maharanie, The Popo

Peluncuran Produk:
Jumat, 13 Februari 2015

Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Di ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam, No. 6
Tebet – Jakarta
12820

Penampilan istimewa oleh: Pandai Besi

GRATIS!

Awal tahun ini pada program Artist Merchandise Project, RURU Shop bekerjasama dengan Pandai Besi – sebuah Band Indie kebanggan Ibu Kota –  mengundang tiga perupa muda, yaitu: Azer, Diela Maharanie dan The Popo untuk berkolaborasi dengan merespon tema “Desember”, yang diambil dari salah satu lagu kelompok musik Pandai Besi. Kami mengundang ketiga perupa tersebut karena latar belakang artistik yang berbeda. Azer yang kental dengan dunia desain grafis, dikenal akan komiknya yang bercerita sekaligus mengkritik keadaan sehari-hari yang di alaminya. Diela Maharanie adalah seorang illustrator, karyanya mudah dikenali lewat penggunaan motif dan warna-warni cerah yang khas. The Popo merupakan seorang street artist, sering dikenal lewat karakter jenaka yang dia ciptakan bernama Popo, karyanya banyak menyampaikan berbagai kritik tentang kota. Melalui project ini, musik sebagai sebuah gagasan berkembang menjadi visual yang di aplikasikan menjadi produk pilihan yang dapat di miliki dengan harga yang terjangkau.

Kolaborasi ini menghasilkan berbagai produk seperti kaos, payung, tas, scarf dan jaket yang di produksi sangat terbatas.

Artist Merchandise Project  adalah program rutin dari RURU Shop yang mengajak para perupa terpilih untuk berkolaborasi, dengan hasil akhir berupa peluncuran produk.

 

Info:
w: ruangrupa.org | fp: ruangrupa RURU Shop | ig: @ruangrupa | t: @ruangrupa @rurushop

e: rurushop6@gmail.com