PROTOTIPE

ruangrupa mempersembahkan:
Pameran Tunggal Benny Wicaksono

e_flyer_prototipe

PROTOTIPE
Instrumen Visual Analog [kolaborasi dengan Klub Karya Bulutangkis]

Kurator: Mahardika Yudha

Pembukaan:
Selasa, 27 Januari 2015 | 19.00 wib – selesai

Dimeriahkan oleh:
UNCLETWIS
KASETAN

Pameran:
28 Januari – 7 Februari 2015 (kecuali Minggu)
11.00 – 21.00 wib

di RURU Gallery
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6
Jakarta Selatan 12820

***
Membuka 2015, RURU Gallery menggandeng seorang perupa asal Surabaya, Benny Wicaksono menampilkan hasil kerja kreatifnya dalam pameran tunggal bertajuk PROTOTIPE: Instrumen Visual Analog. Dalam konteks individu, perupa yang kerap kali bekerja dengan menggunakan media CCTV (Close Circuit Television) telah banyak menghasilkan karya yang bermain di wilayah digital, video, serta seni interaktif. Secara personal, Benny memiliki ketertarikan khusus pada usaha modifikasi, reparasi, bahkan kanibalisasi mesin-mesin analog. Ketertarikan ini diwujudkan dalam sketsa-sketsa mesin analog yang ia buat.

Dalam relasi wilayah seni media itulah kemudian Mahardika Yudha diundang untuk terlibat sebagai kurator dalam pameran ini. Keduanya melakukan dialog secara intens mengenai konsep presentasi pameran ini. Lewat perbincangan-perbincangan itulah kemudian muncul kata prototipe yang mewakili gagasan yang diusung dalam pameran ini, dengan menempatkan fokus pada proses produksi (benda) dari puluhan sketsa rancangan mesin analog milik Benny Wicaksono.

Secara khusus, pameran ini juga ingin menyoroti kemungkinan perilaku modifikasi yang dilakukan Benny dengan fenomena budaya ngoprek yang sudah muncul sejak lama di masyarakat seperti mall rongsok di Depok atau Pasar Genteng di Surabaya. Bagaimana hal ini kemudian saling berpengaruh? Sejauh mana perilaku ini mengakar? Pertanyaan ini coba dijawab melalui proses kolaborasi bersama Klub Karya Bulutangkis, sekelompok anak muda kreatif di Jakarta yang sering berkarya lintas medium. Dengan demikian diharapkan terjadi transfer pengetahuan yang selalu muncul ketika perilaku ngoprek terjadi di masyarakat.

Selain itu, ada hal menarik dengan menghadirkan pameran ini yaitu upaya untuk melihat kembali kemungkinan-kemungkinan yang ditawarkan oleh seni media di Indonesia. Terutama dari sisi pelaku (baca: geek) yang memiliki kegemaran meng’oprek’ dan menciptakan kemungkinan teknologi baru yang dapat berguna di masyarakat.


Benny Wicaksono adalah seniman suara dan visual, illustrator, desainer grafis, dan peneliti media independen. Pendiri VIDEO:WRK – Surabaya International Video Festival dan ELECTRO:WORK! – Festival Musik Elektronik. Ia aktif berpameran di dalam dan luar negeri, di sela waktunya menjadi pembicara dan pemateri untuk sejumlah kuliah tamu dan lokakarya seni media di berbagai kampus di Surabaya. Saat ini sedang aktif membangun institusi independennya, WAFT-Lab.

***
Gratis!

prototipe_sm

w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa | fb: ruangrupa | i:@ruangrupa

Biopic di Indonesia

ruangrupa mempersembahkan:

“Biopic di Indonesia – Teropong Nasionalisme Kontemporer”
Program diskusi sarjana muda sesi ketiga

sarjana_muda_2015

Jumat, 16 Januari 2015
19.00 – selesai
di
RURU Gallery
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No.6
Jakarta Selatan 12820

Menghadirkan:
Windu Jusuf (Pembicara)
Indra Ameng (Penanggap)

Gratis!

***

Program Sarjana Muda kali ini akan berbicara tentang film biopic indonesia kontemporer. Diskusi akan difokuskan pada praktek penarasian kisah hidup beberapa pahlawan nasional yang terlihat dalam beberapa film biopik seperti Soegija, Sang Pencerah, dan Soekarno. Tren penarasian dalam film-film biopic membuka peluang bagi munculnya pertanyaan tentang letak sinema dalam usaha penerjemahan sejarah nasional yang sebelumnya ditulis guna mendukung ideologi negara serta sisi-sisi komersil biopik dalam usaha mengenalkan para pahlawan nasional kepada generasi penonton yang lebih muda.

***
Windu Jusuf adalah editor Cinema Poetica dan IndoPROGRESS. Pada 2013 ia lulus dari program master Center for Religious and Cross-Cultural Studies, Universitas Gadjah Mada. Sekarang ia mengajar di Film Dept., Binus International University, Jakarta, sembari sekali-kali berkeliling di beberapa tempat di Indonesia untuk berbagi pengetahuan kritik film.

Indra Am​​​​eng adalah Koordinator Dukungan dan Promosi ruangrupa. Ia berkarya sebagai seniman dengan berbagai media dan melalui duo yang ia dirikan: The Secret Agent.

w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa | fb: ruangrupa | i:@ruangrupa

HOLYMARKET + RURURADIO

ruangrupa mempersembahkan:

HOLY MARKET + RURURADIO

flayer holymarket des1024

Minggu, 28 Desember 2014 | 10.00 – 22.00 WIB
Di ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya, No.6
Jakarta Selatan 12820

Dimeriahkan oleh:
READING FESTIVAL
dan penampilan istimewa dari: M.M.S | IRAMA NUSANTARA | W-MUSIC
Serta tamu istimewa RURUradio: MONDO CASGARO | DANILLA

menghadirkan
JWA, JAKARTA 32°C, KLUB KARYA BULUTANGKIS, WSATCC, CUT AND RESCUE, KINEFORUM, BOEMBOE FORUM, IKA VANTIANI, RALLY THE TROOPS, VITARLENOLOGY, JUNK NOT DEAD, GRAFIS HURU HARA, HITAMANIS, HISTORIA CAFÉ, PAMUMINGSOLAM, KNITTED CANDY, TOKO PERNAH BAROE, RAJUTKEJUT, NDELOK, HANTU, HEIGUYS, GOODWILL LEATHERWORKS, MISTERI REKORDS, KAMENGSKI, OKNUM, PENAHITAM, DAN BANYAK LAGI

w: ruangrupa.org, rururadio.org | t: @ruangrupa, @RURUradio | fb: ruangrupa, RURUradio | i: @ruangrupa, @rururadio

flayer holymarket des1024

CUT AND RESCUE

ruangrupa mempersembahkan:

“KESEDIHAN”

e-flyer_cutandrescue

Seniman:
Cut and Rescue
Kurator: Iswanto Hartono

Pembukaan Pameran:
Kamis, 18 Desember 2014| 19.00 – 23.00 WIB

di RURU Gallery
Jl. Tebet Timur Dalam, No.6
Jakarta Selatan 12820

Dimeriahkan oleh:
Racun Kota
Sattle

Pameran:
19 Desember 2014 – 5 Januari 2014 (kecuali hari Minggu) | 11.00 – 21.00 WIB

Silakan membawa benda-benda yang memiliki memori Kesedihan:
letakkan di area khusus pada saat Pameran Cut and Rescue berlangsung!

***

Sebagai program pameran akhir tahun, RURU Gallery mengundang kolektif seniman muda Cut and Rescue untuk mempresentasikan karya-karya mutakhir mereka dalam sebuah pameran bertajuk “KESEDIHAN”.

Tema “kesedihan” yang diangkat dalam pameran ini berawal dari pembicaraan antara Cut and Rescue dengan kurator pameran, Iswanto Hartono. Mereka membicarakan memori-memori yang didapat dari produk-produk budaya populer masa lalu dan perbandingannya dengan industri hiburan masa kini. Ada kontinuitas yang selalu hadir dalam produksi budaya massa kita, dimana industri hiburan, budaya pop dan media massa nasional terus-menerus memproduksi “kesedihan” sebagai komoditi yang disajikan kepada masyarakat urban. Kesedihan, juga kesengsaraan, hadir dalam berbagai bentuk sebagai bumbu utama produk budaya populer hingga menjadi “santapan” favorit warga kota. Bumbu “kesedihan” bisa kita temukan dalam film-film drama melankolis, novel-novel percintaan ala Mira W sampai roman picisan, lagu pop putus cinta sampai lagu dangdut yang meratapi nasib. Program televisi dari mulai berita kriminal, reality show, sinetron melodrama yang tak kunjung usai, gossip selebriti, sampai dakwah agama semua turut menampilkan kesedihan. Secara ironis, kisah sedih telah menjadi resep tersendiri bagi kesuksesan produk budaya populer dan program hiburan, yang kemudian diproduksi terus-menerus untuk konsumsi kaum urban.

Melalui pameran ini, kelompok Cut and Rescue mencoba menanggapi fenomena sosial dan budaya dari “industri kesedihan” ini. Cut and Rescue akan melakukan kerja eksperimental untuk mengumpulkan berbagai bentuk “produk kesedihan” dalam koleksi artefak dan memorabilia yang mereka miliki secara personal maupun yang ada di wilayah publik untuk dipresentasikan dalam ruang pamer RURU Gallery.

Mereka juga mengundang seniman eksperimental, Ardi Gunawan untuk turut memberikan kontribusi artistik yang akan melengkapi pameran ini.

Cut and Rescue adalah kolektif seniman muda eksperimental yang melakukan eksplorasi karya dengan medium seni cetak, kolase dan instalasi. Mereka bermain-main dengan benda-benda temuan, artefak, simbol-simbol, imaji-imaji usang yang populer, teks dari media massa seperti surat kabar dan majalah, yang digunakan untuk memutar-balikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat kota masa sekarang. Karya-karya mereka menyajikan isu-isu yang sifatnya kontradiktif. Nakal tapi sopan, banal namun cerdas.

===

informasi lebih lanjut:
w: ruangrupa.org
f: ruangrupa
t: @ruangrupa
i: @ruangrupa
e: info@ruangrupa.org

ig-cutandrescue

Jakarta 32°C 2014

Komplotan Jakarta 32°C dan ruangrupa mempersembahkan:
Pameran Visual Mahasiswa Jakarta ke-6

Jakarta 32°C 2014

e-flyer_jakarta32_2014

13 – 21 Desember 2014

Pembukaan:
Sabtu, 13 Desember 2014
Gedoeng Jasindo
14.00 – 16.00 WIB
Performance Art: Ragil Dwi Putra, Denny Darmawan dan Haryo Hutomo

Historia Food & Bar
17.00 – selesai
Performance Art: H.I.Re
DJ’s: Dj Xing Xing, Dj Udasjam, M.M.S

Pameran:
14-21 Desember 2014
Pukul 10.00 – 18.00 WIB
Historia Food & Bar | Kedai Seni Djakarte | Gedoeng Jasindo
Kawasan Taman Fatahillah – Kota Tua, Jakarta

======

Program Publik:

Minggu, 14 Desember 2014

Presentasi Khusus:
Anak Muda dan Cerita Kota: Anitha Silvia (C20 Library, Surabaya), Akhmad ‘Adin’ Khairudin (Hysteria! Semarang)
13.00 – 15.00
Historia Food & Bar – Kota Tua

Presentasi Khusus:
Temporary Territory (Darwin Festival): Saleh Husein, MG Pringgotono, Syaiful Ardianto
15.00 – 16.00
Historia Food & Bar – Kota Tua

Presentasi Lokakarya:
Fotografi, Komik, Video
16.00 – 18.00
Kedai Seni Djakarte – Kota Tua

Pemutaran Filem:
Mana Tahan (Warkop DKI)
18.30 – 20.00
Historia Food & Bar – Kota Tua

===

Jumat, 19 Desember 2014

Lokakarya Komik:
Komikazer
13.00 – 15.00
Gedoeng Jasindo – Kota Tua

Presentasi Lokakarya:
Drawing, Found Object, Art Merchandise
16.00 – 18.00
Kedai Seni Djakarte – Kota Tua

Pemutaran Filem:
Gengsi Dong (Warkop DKI)
18.30 – 20.00
Historia Food & Bar – Kota Tua

===

Sabtu, 20 Desember 2014

Diskusi:
Aktivisme Anak Muda, Praktek dan Pola Kerja Kreatif: PAMFLET & Komplotan Jakarta 32°C
13.00 – 15.00
Historia Food & Bar – Kota Tua

Live Mural:
Guntur Jong Merdeka & Saleh Husein
Mulai dari pukul 14.00

Lokakarya Sablon Kolase:
Cut and Rescue
15.00 – 17.00
Kedai Seni Djakarte – Kota Tua

Pemutaran Filem:
Setan Kredit (Warkop DKI)
18.30 – 20.00
Historia Food & Bar-Kota Tua

===

Minggu, 21 Desember 2014

Presentasi Lokakarya:
Arsitektur, Seni Digital, Seni Ruang Publik
12.00 – 14.00
Kedai Seni Djakarte – Kota Tua

Live Mural:
Guntur Jong Merdeka & Saleh Husein
Mulai dari 14.00

Performance Art:
PADJAK
14.00 – 16.00
Gedoeng Jasindo – Kota Tua

Penutupan Pameran:
Music Performance: Ariredha & oomleo.berkaraoke
16.00 – 20.00
Historia Food & Bar – Kota Tua

======

 

Informasi lebih lanjut:

Jakarta 32°C
Website: jakarta32c.org
Facebook: Jakarta32c
Twitter: @jakarta32c
Instagram: @jakarta32c

ruangrupa
Website: ruangrupa.org
Facebook: ruangrupa
Twitter: @ruangrupa
Instagram: @ruangrupa

BEATRIZ’S WAR

ruangrupa dan indoprogress mempersembahkan:

“BEATRIZ’S WAR”

beatriz_poster

Screening sebuah film perdana dari Timor Leste

Rabu, 10 Desember 2014, pukul 19.00
di ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam, No.6
Tebet
Jakarta Selatan 12820

Selain pemutaran film, akan dilanjutkan diskusi santai bersama Maleve Guerra (pemerhati kebudayaan dari Timor Leste) dan Hafiz Rancajale (Forum Lenteng, ruangrupa).

Sinopsis:
“Beatriz’s War adalah kisah kehidupan Beatriz, seorang perempuan yang suaminya hilang dalam pembantaian Kraras (1983). Pembantaian ini menewaskan seluruh laki-laki di tempat yang kemudian dijuluki sebagai “Kampung Janda” tersebut. Bertahun-tahun setelahnya, seorang laki-laki muncul di Kraras dan mengaku sebagai suami Beatriz.

info:
w: ruangrupa.org | fp: ruangrupa | ig: @ruangrupa | t: @ruangrupa

DIA ADALAH PUSAKA SEJUTA UMAT MANUSIA YANG ADA DI SELURUH DUNIA

RURU Shop Mempersembahkan:

Artwork Project Untuk 19 Tahun NAIF
“DIA ADALAH PUSAKA SEJUTA UMAT MANUSIA YANG ADA DI SELURUH DUNIA”

e-flyers_naif

Pameran – Peluncuran Buku – Musik

Agugn, Amenkcoy, Edita Atmaja, Emte, Gooodit, Hauritsa, Henry Foundation, Ika Vantiani, Jayu Julie, Jimi Multhazam, Marishka Soekarna, Mateus Bondan, Mushowir Bing, Oomleo, Ricky Malau, Sari Sartje, Sir Dandy, The Popo, Uji Hahan

Pembukaan :
Kamis, 27 November 2014
Pukul 19.00 – 22.00
Di RURU Gallery,
Jl. Tebet Timur Dalam Raya, no.6
Jakarta 12820

Penampilan istimewa dari:
NAIF
DJ Wahyu Acum ( #Gilavinyl )
MC Adjisdoaibu dan Gilang Gombloh

Pada acara ini akan di adakan pula peluncuran buku “Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia”
Pameran :
27 – 5 Desember 2014
12.00 – 21.00 WIB
***

Menuntaskan Bulan November, RURU SHOP berkolaborasi dengan NAIF yang tengah berulang tahun ke-19. Kolaborasi ini ditandai dengan mengundang 19 perupa yang konsisten berkarya dengan fokus artistik yang berbeda-beda dalam sebuah pameran proyek bertajuk Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada di Seluruh Dunia.

“NAIF” dipilih karena kelompok musik ini membuat lagu yang memiliki kedekatan dengan kita: bercerita tentang Jakarta, kisah cinta, uang, televisi, merupakan sesuatu yang akrab di telinga kita, lagu yang membuat kita terhubung dengan kehidupan kita sendiri. Setiap perupa memilih satu atau dua lagu yang paling dekat dengan dirinya, karena itu pada pameran ini kita bukan hanya melihat, tetapi mengajak pengunjung untuk melihat berbagai sisi kehidupan para perupa lewat lagu NAIF.

Penyelenggaraan pameran ini merupakan bagian dari program Artwork Project yang diadakan oleh RURU SHOP setiap tahun secara berkala dengan cara mengundang para perupa untuk membuat karya dengan tema dan material yang spesifik. Selain itu ada pula Program Artist Merchandise yang mengundang perupa untuk berkolaborasi membuat produk sesuai ciri khas mereka. Kedua program tersebut merupakan kegiatan yang bersifat menyenangkan, bermain-main namun tetap konseptual.

RURU SHOP telah membuat berbagai project seperti Art Book Project, Mix Tape Project dan yang terakhir adalah Artwork Project BegadangNeng? Dan Artist Merchandise “The Popo X Woof”. Seperti biasanya, RURU SHOP selalu berusaha mencari tema dan material yang berbeda dalam setiap projeknya, dan untuk projek kali ini kami tertarik untuk mentransfer kekuatan lagu dan lirik menjadi sebuah karya visual. Bukan hanya sebagai ilustrasi tetapi karya yang dihasilkan mungkin bisa menghasilkan makna baru.

RURU SHOP mengundang Sembilan belas perupa yang telah dikenal memiliki keahlian dalam bidang visualnya masing-masing, yaitu Agugn, Amenkcoy, Edita Atmaja, Emte, Gooodit, Hauritsa, Henry Foundation, Ika Vantiani, Jayu Julie, Jimi Multhazam, Marishka Soekarna, Mateus Bondan, Mushowir Bing, Oomleo, Ricky Malau, Sari Sartje, Sir Dandy, The Popo, Uji Hahan. Beberapa perupa memang memiliki kedekatan hubungan dengan NAIF: Mateus Bondan, Hauritsa, Henry Foundation, Mushowir Bing, serta Ricky Malau yang berasal dari kampus Institut Kesenian Jakarta. Sementara beberapa perupa lain seperti Gooodit, Ika Vantiani, Sari Sartje, Sir Dandy, dan The Popo sudah sangat dikenal lewat karakteristik karya masing-masing.

Dalam kegiatan ini setiap perupa diminta untuk memilih dan merespon lagu-lagu NAIF, lalu membuat karya dengan medium dan tehnik keahliannya masing-masing. Beragam teknik dari mulai kolase, drawing, cat air, digital sampai instalasi di pilih perupa sesuai konsepnya. Semua karya akan menjadi bagian dari buku yang juga di terbitkan denganjudul yang sama, buku “Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada di Seluruh Dunia” akan di luncurkan pada waktu yang sama dengan pameran.

===

Tentang ruangrupa
Ruangrupa adalah sebuah organisasi seni kontemporer yang didirikan dan berbasis di Jakarta sejak tahun 2000. Ruangrupa mendukung perkembangan seni dengan konteks budaya spesifik di Indonesia melalui penelitian, pendidikan, dan dokumentasi; serta menjalin kolaborasi dan kerjasama dengan para seniman dan praktisi multi disiplin melalui penyelenggaraan pameran seni, festival, laboratorium seni, lokakarya, riset, serta penerbitan buku, majalah, dan jurnal online. www.ruangrupa.org

Tentang RURU SHOP
RURU Shop adalah toko yang menjual produk dan karya dari para seniman masa kini (artwork, conceptual works, artist’ merchandise, tas, T-shirt, barang-barang eksentrik, buku, CD pilihan, DVD pilihan, dll). Toko ini bertempat di ruangrupa dan telah dibuka sejak 14 Februari 2010.

Info:
w: ruangrupa.org | fp: ruangrupa RURU Shop | ig: @ruangrupa | t: @ruangrupa @rurushop


sm_naif

Video Game Over

ruangrupa mempersembahkan:

Video Game Over
Program diskusi sarjana muda sesi pertama

e-flyer_videogameover

Kamis, 20 November 2014
19.00 – selesai

di
RURU Gallery
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No.6
Jakarta Selatan 12820

Menghadirkan:
Martin Suryaja (Pembicara)
oomleo (Penanggap)

Gratis!

***

“Video Game sebagai Gesamtkunstwerk”

Dewasa ini, muncul perdebatan tentang video game yang berkisar pada persoalan: apakah video game merupakan seni atau bukan? Pembicara berpendapat bahwa video game bukan hanya seni tetapi juga perwujudan integral dari seluruh cabang seni. Pada amatan sekilas, video game dapat dibaca sebaga seni rupa. Tentu saja, karena hal itu memuat seluruh elemen yang menyusun pengertian ‘seni rupa’, yakni seni yang dicirikan oleh visualitasnya. Namun, video game tidak hanya bertopang pada citra visual, tetapi juga pada citra auditif. Dalam arti itu, video game bisa dibaca juga sebagai seni musik. Tak berhenti sampai di situ, video game juga mengandung unsur sastrawi dan koreografi, sebab di dalamnya termuat cerita, penokohan, ungkapan teatrikal dan olah tubuh. Sampai di sini, video game setara dengan sinema yang merupakan perpaduan dari seni rupa, musik, sastra dan tari. Namun ada satu elemen khas pada video game yang belum ada pada film: partisipasi. Jadi video game adalah film plus partisipasi–dengan kata lain, sintesis dari seluruh cabang seni (Gesamtkunstwerk) ditambah dengan partisipasi. Berbeda dari film, musik atau novel yang menempatkan para penikmatnya dalam posisi pemirsa yang pasif mengikuti cerita, video game memposisikan para penikmatnya sebagai subjek cerita yang melalui pilihan-pilihannya membentuk hasil akhirnya sendiri. Kalau pada film, musik dan novel ruang keaktifan pemirsa hanya terbatas pada interpretasi, pada video game ruang partisipasi aktif itu tak hanya tersedia pada aras penafsiran, tetapi juga pada keseluruhan proses permainan itu sendiri. Misalnya, apabila multiple endings dalam film dan cerpen terwujud secara metaforis sebagai hasil dari tafsiran penonton, multiple endings dalam video game terwujud secara harfiah sebagai akibat dari perbuatan sang pemain game sebagai si tokoh utama cerita. Diskusi ini akan membahas sejarah perkembangan video game, perdebatan seputar statusnya sebagai seni dan kedudukannya sebagai suatu ‘karya seni total’ (Gesamtkunstwerk).
***
Martin Suryajaya adalah penulis filsafat. Publikasi terakhirnya: Asal-Usul Kekayaan (Resist Book, 2013). Saat ini sedang menulis empat seri buku tentang sejarah estetika.

Narpati Awangga a.k.a. oomleo pernah menempuh pendidikan di jurusan seni grafis Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Sejak 2003 ia bergabung dengan ruangrupa sebagai penjaga gawang data digital dan website. oomleo dikenal sebagai seniman yang secara konsisten menggunakan piksel sebagai pendekatan artistiknya.


w: ruangrupa.org | fp: ruangrupa | ig: @ruangrupa | t: @ruangrupa

Odoru Ningyou

Animation Workshop in Indonesia
踊る人形 (Odoru Ningyou), The Animation of Dancing Men

TheAnimationofDancingMen

Day1 Workshop
date: Nov. 5th (Wed) 2014
time: 15:00-19:00
venue: Serrum (Gurame Street No. 3, Rawamangun, East Jakarta, Indonesia)

Day2 Workshop
date: Nov. 6th (Thu) 2014
time: 15:00-19:00
venue: Forum Lenteng (Jalan Haji Saidi No.69, Jagakarsa, Jakarta 12530, Indonesia)

Day3 Screening & Music Performance (featuring VOQ)
date: Nov. 7th (Fri) 2014
time: open 19:00, start 19:30
venue: Ruangrupa (Jl.Tebet Timur Dalam Raya, No.6, Jakarta Selatan12820, Indonesia)

Instructor: Chikara Matsumoto (Painter / Animation Artist)
Sound Producer: VOQ (Musician)
Producer: Sayako Mizuta (Independent Curator)
Organizer: Alterspace Committee
Artistic Supports: Little Barrel

Supported by The Japan Foundation Asia Center, Arts Council Tokyo, Forum Lenteng, Serrum, ruangrupa & RURU Gallery

THE PLAYBACK

ruangrupa & café mondo presents:

THE PLAYBACK
experimental music & avant-turntablism from Japan

Rre.SNIFF

perfomed by:

dj sniff (djsniff.comcreatedigitalmusic.com/dj-sniff)
Iman Jimbot
Kracoon
Frigi Frigi

Takuro Mizuta Lippit (a.k.a dj sniff) is a musician, curator and producer in the field of experimental electronic arts and improvised music.

Thursday, 16th October 2014
Start 7pm (WIB, UTC +7) | Free Entry
..presentation & discussion: start at 2pm (WIB, UTC +7)

at
ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No.6
Jakarta Selatan 12820

 

Supported by:
ruangrupa – Café MONDO – RRRec Fest – RURU Shop – Whiteboardjournal.com

More info:
w: ruangrupa.org
t: @ruangrupa
ig: @ruangrupa
fp: ruangrupa
e: info@ruangrupa.org