Peluncuran “RURU Shop Radio”
ruangrupa
mempersembahkan
Peluncuran “RURU Shop Radio”
rurushopradio.ruangrupa.org
Minggu, 29 April 2012
jam 15.00 – 22.00
di ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya, no.6
Jakarta Selatan
ruangrupa meluncurkan radio kontemporer tanpa gelombang RURU Shop Radio. Radio ini digawangi oleh seniman-seniman muda ibu kota untuk memperbincangkan hal-hal terkini yang dihadapi orang kota. Mengumandangkan cerita sehari-hari, dari yang remeh-temeh sampai konseptual maupun yang absurd, dibicarakan dari sudut pandang seni rupa, dalam lingkup luas kebudayaan kontemporer.
Radio ini akan mengudara setiap harinya lewat jaringan internet, yang dipandu oleh barisan penyiar-penyiar paling skoy dengan memutarkan lagu-lagu yang juga paling skoy untuk menghibur sekaligus menggugah jiwa dan raga kaum urban kontemporer.
RURU SHOP juga kembali is back untuk menjual dan mendistribusikan produk-produk hasil karya para seniman masa kini (artwork, artist’ merchandise, barang-barang eksentrik, buku, CD pilihan, DVD pilihan, dll). Dapatkan paket menarik merchandise ruangrupa secara khusus di acara ini.
Acara peluncuran RURU Shop Radio akan dimeriahkan oleh band/pemusik masa kini:
The Kuda (thekuda.tk)
Indie Art Wedding (yesnowave.com/yesno37)
Bin Harlan
V.U.L.T. (myspace.com/vagueunderlightningtiger)
Kapitalindo
juga didukung oleh para bintang tamu kondang sebagai para penyiar :
Reflecteur Bandi
Vincent Rompies & Arie Dagienkz
The Popo
oomleo & Angganggok
Uncle John (WSATCC) & Sir Daud (The Experience Brothers)
Acara ini akan dipandu oleh dua penyiar paling skoy dari Ruru Shop Radio:
Ale Palentino & Joni Simalau
Acara ini gratis dan terbuka untuk umum, dan akan disiarkan secara langsung via jaringan internet dengan mengakses:
Ruru Shop Radio
http://rurushopradio.ruangrupa.org
twitter: twitter.com/RurushopRadio
Radio Tanpa Gelombang 234,567 digital imaging photoshop terbaru
ya *embut suaranya manis penyiarnya radio kontemporer milik kita semua
===
Berikut ini, program acara yang berlangsung pada hari peluncuran “Ruru Shop Radio”; Minggu, 29 April 2012:
| 08.00 – 12.00 | MIXTAPE | 240 Menit |
| 12.00 – 15.00 | THE POPOH & Artists Merch RURUSHOP | 180 Menit |
| 15.00 – 16.00 | SARTJE & DESTROY (Reflecteur Bandi) | 60 Menit |
| 16.30 – 17.00 | Band: BIN HARLAN | 30 Menit |
| 17.00 – 17.30 | VINCENT ROMPIES & ARIE DAGINKZ | 30 Menit |
| 17.30 – 18.00 | Band: INDIE ART WEDDING | 30 Menit |
| 18.00 – 18.30 | VINCENT ROMPIES & ARIE DAGINKZ | 30 Menit |
| 18.30 – 19.00 | Band: KAPITALINDO | 30 Menit |
| 19.00 – 19.15 | Potong Tumpeng (15 menit) | 30 Menit |
| 19.15 – 19.45 | OOMLEO & NGGOK | 30 Menit |
| 19.45 – 20.15 | Band: V.U.L.T. | 30 Menit |
| 20.15 – 20.45 | OOMLEO & NGGOK | 30 Menit |
| 20.45 – 21.15 | Band: THE KUDA | 30 Menit |
| 21.15 – 22.15 | JOHN (WSATCC) & DAUD (The Experience Brothers) | 60 Menit |
| 22.15 – 00.00 | RURUSHOPRADIO | 30 Menit |
..jangan lupa untuk terus mendapatkan informasi terkini tentang program, serta peluncuran “Ruru Shop Radio”, melalui twitter.com/RurushopRadio!
TANDA MATA
ruangrupa
mempersembahkan
“TANDA MATA”
a merchandise project
Kurator: Popo
Pembukaan Pameran:
Kamis, 29 Maret 2012 | 19.00 – selesai
Dimeriahkan oleh : TIVI OUT
Pameran: 30 Maret – 14 April 2012 / 11.00 - 21.00 (kecuali hari Minggu)
RURU Gallery
Tebet Timur Dalam Raya, No.6
Jakarta Selatan 12820
T/F: 021-8304220
E: info@ruangrupa.org
www.ruangrupa.org
Artists:
Cuba Tees, Gardu House, Ika Vantiani, Jah Ipul, Kamengski, Komunitas Pecinta Kertas (KPK), P.A.L.U, dan Recycle Experience.
RURU Gallery membuka program pameran pertama di 2012 dengan mengundang para seniman muda yang telah secara intens membuat produk seni yang kami sebut disini dengan “merchandise”. “Merchandise” menjadi medium yang dipilih oleh para seniman ini sebagai bentuk dari distribusi karya seni yang dihasilkan mereka. Produk seni yang dibuat secara terbatas ini dengan luwes bisa menyebar ke publik di berbagai ruang. Dari pameran di ruang galeri sampai ngelapak di acara bazaar, dari display di website sampai terpajang manis di rak toko.
Karya dengan medium “merchandise” yang ada dalam pameran ini kami lihat sebagai sebuah medium yang dipilih secara sadar oleh seniman sebagai bagian dari pola kerja seniman dalam membuat karya dan sebagai suatu strategi visual untuk menyebarkan gagasan-gagasannya melalui produk seni. Sebagai sebuah medium yang punya sifatnya tersendiri, merchandise adalah produk yang diperdagangkan karena sudah adanya label tertentu yang dimiliki si pembuatnya. Pelabelan atau bisa disebut juga sebagai “merk dagang” tertentu telah melekat pada produk karena adanya gagasan atau konsep artistik yang dibawa oleh si pembuat.
Dalam pameran ini bisa dilihat bagaimana masing-masing seniman memiliki gagasan artistiknya sendiri yang pada akhirnya melekat jadi “merk dagang” yang khas. Gardu House membawa gagasan dan spirit aktivisme street art dalam produk-produknya. Jah Ipul lewat selera humor yang brutal membawa pesan-pesan sinis soal kota dalam produk seni cetaknya. Komunitas Pecinta Kertas melakukan eksplorasi teknis terhadap medium kertas dengan semangat recycle, seperti semangat yang sama dibawa oleh kelompok Recycle Experience dengan medium yang lebih beragam. P.A.L.U. mengangkat isu-isu sosial politik lewat seni propaganda yang diaplikasikan pada produk-produknya. Ika Vantiani membawa gagasan D.I.Y. dalam membuat karya-karya handmade dengan tehnik kolase dan ide daur-ulang yang cerdas. Dengan gaya yang lebih trendy, Kamengski mengutamakan bermain-main dengan unsur artistik packaging lewat eksplorasi nakal disiplin desain grafis. Sementara sebaliknya Cuba Tees memproduksi t-shirt yang mengandalkan gagasan salin tempel untuk membalikan nilai apa yang trendy menjadi “bodoh” lewat selera humor yang “avant garde”.
Pada program pameran berjudul “Tanda Mata” ini, RURU Gallery mengundang Popo, seorang seniman muda yang selama ini dikenal aktif di dunia street art dan juga pengajar mata kuliah komunikasi visual, untuk menjadi kurator dari pameran ini. Popo sebagai kurator bekerjasama dengan kordinator program pameran RURU Gallery, M. Sigit Budi Santoso memilih seniman yang diundang dan mempersiapkan pameran ini bersama para seniman selama satu bulan.
Indra Ameng
(Kord. Divisi Support & Promote ruangrupa)
COPAS!
COPAS!
Seni Rupa dan Isu Sosial: Peluncuran Serial Katalog Data & Pameran Arsip IVAA
(20 Januari – 3 Februari 2012)
Pembukaan:
Jumat, 20 Januari 2012 (19.00 – Selesai)
di:
Ruru Gallery – ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya, No.6
Tebet
Jakarta Selatan
12820
Tahun ini IVAA menerbitkan serangkaian Buku Katalog Data IVAA dalam 4 Volume. Serial Buku Katalog Data IVAA ini menggelar data yang dirangkai dan dikumpulkan dari peristiwa-peristiwa seni visual Indonesia, dalam format buku cetak dan CD-ROM. Dikurasi dari database IVAA sebagai produk pengetahuan dari kerja dokumentasi IVAA selama ini untuk pengembangan wacana pengetahuan masyarakat kontemporer.
Buku saku ini dimaksudkan untuk ikut membangun bahan, medium dan wacana seni rupa dan perkembangan masyarakat bagi dunia pendidikan dan eksperimentasi praktik seni rupa di masa yang akan datang, dan diharapkan juga menjadi buku panduan untuk penelitian dan bahan pengajaran seni rupa.
IVAA telah meluncurkan bagian I dari rangkaian data ini di Surabaya: RUPA TUBUH, September kemarin. Yang kedua; REKA ALAM, diluncurkan di Bali bulan November dan Volume ke III: KOLEKTIF KREATIF di ISI Padang Panjang awal Januari ini.
Yang terakhir, volume IV : INTERKULTUR, kami berencana meluncurkannya di Jakarta beserta ke-3 volume yang lainnya dalam satu paket buku, dengan pameran arsip multimedia yang berlokasi di Ruru Gallery, ruangrupa, dibuka 20 Januari ini.
***
Kami juga menyelenggarakan rangkaian Bedah Buku untuk ke-4 buku ini di 4 tempat, yaitu:
REKA ALAM:
Praktik Seni VIsual dan Isu Lingkungan di Indonesia (Dari Mooi Indie Hingga Reformasi)
Sabtu, 21/01/12, 15.00 – 17.00 WIB
di:
Kafe Tjikini
Jalan Raya Cikini 17
Jakarta
10330
Pembicara: Enrico Halim, Hilmar Farid
Moderator: Berto Tukan
***
RUPA TUBUH:
Wacana Gender dalam Seni Rupa Indonesia (1942 – 2011)
Senin, 23/01/12, 15.00 – 17.00 WIB
di:
Komnas Perempuan
Jl Latuharhary 4B
Jakarta
10310
Pembicara: Saras Dewi, Heidi Arbuckle
Moderator: Aquina Hayunta
***
KOLEKTIF KREATIF:
Dinamika Seni Rupa dalam Perkembangan Kerja Bersama Gagasan dan Ekonomi (Kreatif) (1937 – 2011)
Selasa, 24/01/12, 15.00-17.00 WIB
di:
Galeri Fakultas Seni Rupa
Institut Kesenian Jakarta
Jl. Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat
10330
Pembicara: Yudhi Soerjoatmodjo, Ronny Agustinus
Moderator: Afra Suci
***
INTERKULTUR:
Pengolahan Gagasan dan Ekspresi Seni Visual serta Media Alternatif dalam Konteks Keberagaman (1935 – 2011)
Kamis, 26/01/12, 19.00-21.00 WIB
di:
ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya, No.6
Tebet
Jakarta Selatan
12820
Pembicara: Arif Adityawan, Jemi Irwansyah
Moderator: Ratih Sukma
—
Info lebih lanjut, silahkan hubungi:
Asep Topan (0857 8210 6842), Maulida Raviola (0857 1187 1363)
email: program@ivaa-online.org
Penerbitan Serial Katalog Data IVAA dan penyelenggaraan program ini didukung oleh HIVOS.
“THE VINYL COUNTDOWN” #3
jakartabeat.net & ruangrupa, mempersembahkan:
Diskusi Publik
(3 Tahun “jakartabeat.net”)
The Vinyl Countdown #3:
“PUNK, LOGIKA PELAWANAN dan KEKUASAAN”
SORE INI (4pm – 5pm):
@ruangrupa
Tebet Timur Dalam Raya, No. 6
Tebet – Jakarta Selatan
T / F: (021) 8304220
Pembicara : Ucok Homicide, Fathun Karib, Hikmawan Saefullah, dan Phillips Vermonte.
Moderator : Taufiq Rahman
Penyelenggaranya jakartabeat.net
info selengkapnya:
http://jakartabeat.net/the-vinyl-countdown-3.html
Twilight in Jakarta with Vincent Moon
Invitation
“Twilight in Jakarta with Vincent Moon”
(an intimate film screening in ruangrupa)
Tonight, 11 January 2012 | at 8pm
@ ruangrupa
Tebet Timur Dalam Raya, No.6
Jakarta Selatan
(Capacity: 50 persons)
And it’s FREE..
T / F : (021) 830.4220
info@ruangrupa.org
ruangrupa.org
Vincent Moon has back again to Jakarta. After travelling around Indonesia for almost 3 months, he wants to show some of his new films that he made during his adventure in Indonesia.
**Vincent Moon was born in Paris in 1979. He made use of the Internet and developed various projects related to music, directing lo-fi videos forClogs, Sylvain Chauveau, Barzin, The National. In 2006, he created with Chryde the Take Away Shows project, La Blogotheque’s video podcast (takeawayshows.com). This series of outdoor/wild documentaries consists in improvised video sessions with musicians, set in unexpected locations and broadcast freely on the web. In 4 years, he managed to shoot over two hundred clips with bands like REM, Arcade Fire, Sufjan Stevens, Beirut, Grizzly Bear and many more.
Exploring new forms and territories being not only a metaphor, Vincent Moon has been on the road for more than 2 years now, exploring the world with a camera in his backpack, and documenting his quest of sounds. He is developing now a lifetime project: to document local energies around the world, as temporary areas, often one shot performances/films, where the limits between creators and audience is blurred as much as possible. Fighting against the idea of professionalism and trying to develop his work without money engaged, involving local creators as much as possible, dealing with the new notion of amateurism in the 21st century, a lot is still to come.
More information about Vincent Moon:
Link to an article in New York Times :
http://www.nytimes.com/2011/06/19/magazine/vincent-moons-take-away-videos
vincentmoon.com (website)
petitesplanetes.cc (music label)
fiumenights.com (blog)
temporaryareas.com (republic)
takeawayshows.com
APOCALYPSE 2012 MIXTAPE
DRAWING EXHIBITION – MIXTAPE #1 LAUNCHING – OPEN MIC KARAOKE – SCREENING

(download e_poster: low_res, med_res, hi_res)
Pembukaan pameran:
Kamis, 29 Desember 2011| 20.00 – selesai
Pameran:
30 Desember 2011 – 11 Januari 2012 (13.00 – 21.00)
di:
RURU Shop – ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam, No.6
Jakarta Selatan
12820
Klub “GAMBAR SELAW”* mempersembahkan:
APOCALYPSE 2012 MIXTAPE
“Ramalan Suku Maya mengatakan akhir dunia akan ditandai dengan perselisihan dan perang nuklir. Dalam berbagai ajaran agama, semua yang bermula pasti akan berakhir. Seperti halnya ada siang akan diikuti oleh malam, adanya sehat pasti akan diikuti datangnya sakit dan adanya sifat jahat pasti akan diimbangi oleh kebaikan. Tinggal bagaimana kita menyikapi semua hal tersebut untuk tetap menjaganya sesuai dengan kehidupan seperti apa yang kita inginkan”
Menyadari goncangan – goncangan tersebut bahwa menuju 2012 pun kini hanya hitungan hari saja. Lalu apa daya seorang manusia bila kiamat itu sudah ditakdirkan.
Masih sempatkah untuk membuat permintaan terakhir ? Pesan – pesan manis, kebencian, doa yang belum sempat terucapkan.
(*Gambar Selaw ialah sebuah drawing club yang rutin mengadakan aktivitasnya setiap Kamis malam di Ruru Shop)
Artist:
Anis Wuku Wuk / Berry / Johan Ardhika / Ricky Malau / Tiffany / Ube / Nastasha Abigail / Sahal Abraham / Jarockbass / Sulaiman Said / The Popo / Thuke Wulandari / Aribeetlebum / Evans Poton / Ricky Baybay / Saleh Husein / Sulisto Danang / Bayu Wibowo / Acul Gaos / Iman Hilman / Goodit / Dimas Prayoga / Betsky / Syaiful Ardianto / Andrew Delano / Dila Darma / Tomart / Arybuy / Poppy / Luthi Anwar / Lintang Alit / Bagus Panuntun / Mamat / Acan / Tabitha …dan masih banyak lagi!
Tersedia juga merchandise & karya – karya yang akan dijual pada acara berlangsung.
Silahkan follow twitter Gambar Selaw di @GAmbarseLAW,
dan kunjungi gambarselaw.blogspot.com
untuk info lebih lanjut, silahkan menghubungi:
ruangrupa
info@ruangrupa.org
dan follow twitter ruangrupa: twitter.com/ruangrupa
HOLY MARKET #2
HOLY MARKET #2
..Pasar Murah Di Bulan Desember!

(download: small_eflyer or hires_eflyer)
Sabtu & Minggu,
24 & 25 Desember 2011
Jam 13.00 – 21.00 WIB
@ ruangrupa
Tebet Timur Dalam Raya, No.6
Jakarta Selatan 12820
Telp / Fax (021) 830.4220
info@ruangrupa.org
www.ruangrupa.org
Holy Market adalah sebuah event garage sale atau pasar murah yang diselenggarakan tiap dua tahun oleh ruangrupa pada bulan Ramadhan dan menjelang Natal.
Pasar murah ini menjual berbagai art-works, pernak-pernik cantik, beraneka produk second-hand, plus barang-barang antik. Dari clothing, buku, sampai benda-benda koleksi, seperti: band merchandise, CDs, kaset, toys, poster, komik, kamera, pajangan, hingga memorabilia dan benda-benda antah-berantah lainnya.
Selain itu, akan diadakan juga penjualan karya dan kreativitas dari seniman-seniman muda Ibukota, yang kerap terlibat dalam berbagai proyek seni ruangrupa.
Sampai berjumpa di Holy Market #2 2011!!
Featuring: Ika Vantiani, Popo, MDFK, Gardu House, Serrum, Majemuk Zine, Komunitas Pecinta Kertas, Respecta, Needle ‘n’ Bitch, Kukywa, Komuitas Djadoel, Ambyar, Jakarta Wasted Artist, The Jerseyside.net, oomleo.bergambartempel, Kamengski, Majalah Cobra, Proyek Buku Sketsa, GALAW (Gambar Selaw), Meongmeong, ruangrupa HMTHK (Hanya Memberi Tak Harap Kembali), RRREC FEST #2 merchandise, ..dan BERMACAM-MACAM LAINNYA!
Untuk info lebih lanjut, hubungi:
Ajeng 08176607046
Thema 085312340237
Follow ruangrupa on twitter for recent updates about Holy Market #2: twitter.com/ruangrupa
_____________________________________
r u a n g r u p a
jl. tebet timur dalam raya no. 6 | jakarta 12820
t/f : [021] 8304220 | info@ruangrupa.org | www.ruangrupa.org
PAMERAN PROYEK BUKU SKETSA

(e_poster – click to download)
Opening:
Sabtu, 26 November 2011 | 19.00 – selesai
Dimeriahkan oleh : WE LOVE A.B.C | BIKINIES | THE EXPERIENCE BROTHERS
Exhibition: 27 November – 9 Desember 2011
10.00 – 21.00 wib
RURU Gallery
Jln. Tebet Timur Dalam Raya no.6
Jakarta Selatan 12820
FREE!!
===
Proyek Buku Sketsa
Orang bijak bilang selain belajar, menggambar pun bisa dilakukan di mana saja, karenanya jarang sekali dua hasil kegiatan ini tersimpan dalam satu buku.
Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata “buku sketsa”? Buku, kertas, tulisan, gambar, hingga coretan mungkin beberapa jawaban yang terpikirkan. Pada dasarnya, buku sketsa adalah buku yang berisi lembaran kosong yang biasanya diisi dengan berbagai sketsa. Benda ini lazim digunakan oleh para seniman, namun siapapun juga biasa menggunakannya.
Singkat kata, sketchbook adalah catatan harian berbentuk visual. Sebuah wadah untuk merangkum ide dan kreativitas yang terlintas. Tak peduli sketsa yang dibuat begitu absurd sampai susah sekali dipahami mata orang lain, itulah luapan emosi si-empunya tuangkan. Bukan tak mungkin, jika coretan tak berarti tadi adalah embrio sebuah karya besar, eksperimen asal, atau sesuatu yang berharga pada lembaran kehidupan Anda.
Pada Proyek Buku Sketsa kali ini, kami mengundang 29 seniman dari berbagai multi-disiplin dari berbagai tempat seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, bahkan Amsterdam. Seniman yang diundang ikut pameran dikirimkan sebuah note book berisi 100 halaman dan diminta untuk mengisi buku gambar itu dengan karyanya. Setiap seniman diminta untuk “mengisi” buku sketsa yang dikirimkan itu dalam periode pengerjaan 3 bulan. Sesudah masa 3 bulan selesai, tiap seniman diminta untuk mengirim kembali buku sketsa tadi untuk dipresentasikan di RURU Gallery dalam bentuk pameran.
Proyek ini turut didukung oleh tuatuasekolah, (www.tuatuasekolah.com), yang didirikan untuk mengumpulkan dana lewat berjualan sketchbook.
-Saleh Husein
===
Artist:
Adi Cumi | Anggun Priambodo | Aprilia Apsari | Budi Santoso (YOGYA) | Bowo ombow |
David Tarigan | Djarot Soerjadi | Erwan “Iwank” Herisusanto (YOGYA) | Hauritsa |
Henry Foundation | Hestu Ardiyanto | Ika Putranto | Jimi Multhazam | Kemal Reza Gibran |
Marishka Soekarna | Mateus Bondan | Muhammad Taufiq | Mushowir Bing | Monica Hapsari |
Narpati Awangga | Rakhmad Dwi Septian | Ricky Malau | Reinaart Vanhoe (AMSTERDAM) | Reza Azer |
Reza Asung Afisina | Rio Farabi | Saleh Husein | Sanchia Hamidjaja | Tiar Sukma Perdana | Ykha Amelz
More info:
Thema: 021-830 4220
proyekbukusketsa@gmail.com











